Catatan – Catatan Tentang John Stones

http://dewabola888.com/

Dewabola888.com – Watak John Stones undian sudah sesuai untuk Pep Guardiola. Tapi ada keraguan terhadap bek baru Manchester City itu sudah cukup matang.

Stones menjadi rekrutan City di musim panas ini. Bek 22 tahun itu direkrut dengan bayaran 47.5 juta pound dari Everton dan jadi pembelian termahal The Citizens di musim panas saat ini.

Gaya permainannya, yang dinilai bukan tipikal bek-bek Inggeris, disebut sesuai dengan Guardiola. Stones adalah bek yang elegan dan punya ketenangan, yang membuatnya tampil menonjol dalam peranan ball-playing defender.

Stones tak takut mengambil risiko untuk menahan dan memainkan bola untuk mengawali serangan. Squawka mencatat dia melepaskan 1513 umpan musim lalu, 73,7% dilakukan ke depan dan dia punya ketepatan yang oke di angka 89%.

Ketepatan umpannya ini masih lebih baik daripada Eliaquim Mangala (84%) dan juga Nicolas Otamendi (87%). Dalam hal percobaan melakukan dribel dan yang berhasil dilakukan, Stones juga mengungguli dua teammate sepasukannya itu.

Stones melakukan 33 percobaan dribel dengan 23 yang berhasil. Otamendi mempunyai 15 percobaan dan 11 di antaranya berhasil, sementara Mangala cuma 7 kali melakukan percobaan dribel dan lima kali berhasil. Demikian dicatat BBC.

Tetapi ada beberapa aspek yang dinilai perlu diperbaiki Stones, utamanya dalam melakukan tindakan defensif. BBC membandingkan John Stones dengan bek Manchester United (satu dari dua pasukan dengan jumlah bolos paling sedikit musim lalu) Chris Smalling. Hampir dalam seluruh aspek Stones tertinggal.

Dia kalah dalam tekel (46-55), duel yang dimenangi (147-203), strok (127-180), dan intersep (56-97). Satu-satunya aspek di mana Stones unggul atas Smalling adalah jumlah blok yakni 33-19. Stones juga sering melakukan kesalahan. Dia mencatatkan tiga kesalahan yang menjadi gol pada musim lalu, terbanyak di liga agen bola terpercaya dengan Phil Jagielka, Maya Yoshida, dan juga Aaron Creswell.

Hal inilah yang kemudian akan disorotikan eks bek Arsenal dan Leicester City Martin Keown. Meski kualitasnya sebagai ball-playing defender tak diragukan, tapi Stones dianggap bermain terlalu elegan dan kurang terlibat dalam ‘kerja-pekeraan kotor’.

Keown menilai sudah tepat jika Stones dilatih Guardiola, yang akan mampu mengembangkan kualitasnya dalam membina permainan. Bagaimanapun, dia juga menekankan pentingnya bek muda pasukan kebangsaan England itu bermula lebih melibatkan diri dengan lebih banyak aksi bertahan dan duel-duel.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s